<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1762483321718026632</id><updated>2012-02-16T11:05:46.082-08:00</updated><category term='budaya bangsa'/><title type='text'>wise's art</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wise-artc.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wisnu Dian Trisnandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12274286816006928209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/ScGlQ4PXGhI/AAAAAAAAAEU/t3guzUFzxWk/S220/DSC00457.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1762483321718026632.post-123116883721656994</id><published>2009-03-16T22:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T06:07:46.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya bangsa'/><title type='text'>Jaran Kepang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb8vj-wIS0I/AAAAAAAAAC0/xQ3wsYW2_eg/s1600-h/jarankepang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb8vj-wIS0I/AAAAAAAAAC0/xQ3wsYW2_eg/s320/jarankepang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314018380507269954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Satu elemen seni tari dalam reyog Ponorogo yang cukup menarik adalah kuda kepang (bahasa Jawa: &lt;i&gt;jaran kepang; &lt;/i&gt;secara literal: kuda mainan yang terbuat dari anyaman bambu). Adegan yang paling ditunggu adalah ketika penunggang kuda kepang ini mengalami &lt;i&gt;kesurupan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;kejawen&lt;/i&gt;&lt;i&gt;dukun&lt;/i&gt; atau bomoh). Roh ini kemudian masuk ke dalam roh penunggang kuda kepang, dan memanfaatkan fisik penunggang kuda untuk melakukan sesuatu yang musykil dilakukan orang biasa, seperti memakan &lt;i&gt;beling&lt;/i&gt; (pecahan kaca), paku dan minum minyak tanah. Fisik mereka berdarah dan kesakitan, namun ia tak dapat merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, adegan mistis ini mengundang decak kagum dan perasaan terhibur. Namun di sisi lain, adegan ini juga mengundang kontroversi terutama jika dipertemukan dengan ajaran agama Islam. Secara faktual, proses kesurupan dalam kuda kepang meliputi proses pemanggilan roh lewat pembakaran kemenyan (incene) dan pembacaan mantra (doa) untuk meningkatkan ketahanan tubuh penunggang kuda sehingga ia tahan memakan kaca dan lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (diserap makhluk halus) dan memakan pecahan kaca. Dalam masyarakat Jawa kuno yang menganut  (gabungan antara animisme-dinamisme dan Hindu), seseorang mempercayai kehadiran dan peran roh-roh orang yang sudah meninggal. Roh-roh ini bisa dipanggil dan melakukan sesuatu yang diinginkan pemanjat doa (biasanya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1762483321718026632-123116883721656994?l=wise-artc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wise-artc.blogspot.com/feeds/123116883721656994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/jaran-kepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/123116883721656994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/123116883721656994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/jaran-kepang.html' title='Jaran Kepang'/><author><name>Wisnu Dian Trisnandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12274286816006928209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/ScGlQ4PXGhI/AAAAAAAAAEU/t3guzUFzxWk/S220/DSC00457.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb8vj-wIS0I/AAAAAAAAAC0/xQ3wsYW2_eg/s72-c/jarankepang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1762483321718026632.post-1853505845473293650</id><published>2009-03-16T21:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T06:07:59.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya bangsa'/><title type='text'>Reog Ponorogo</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb8uDa-EflI/AAAAAAAAACk/bE8EPTFSCyA/s1600-h/reog-ponorogo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 297px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb8uDa-EflI/AAAAAAAAACk/bE8EPTFSCyA/s320/reog-ponorogo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314016721634623058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini upaya melestarikan budaya leluhur yang memiliki nilai-nilai hakiki seperti budaya Reog Ponorogo hingga kini terus ditumbuh kembangkan dalam berbagai perhelatan.Setiap tahun tatkala memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia selalu ada pawai pembangunan melintas di jalan utama kota Ponorogo berupa atraksi iring-iringan Reog Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-447"&gt;&lt;/span&gt;Pun ketika era tahun 70 an pawai pembangunan di kota hidup sehat dengan reiki pun yaitu kota Solo juga menyuguhkan atraksi Reog Ponorogo yang kelompok kesenian itu didatangkan langsung dari Ponorogo. Iring-iringan pawai ini melintas Jalan Slamet Riyadi yang dimulai dari Lapangan Kota Barat dan berakhir di Alun-alun Lor. Dalam pawai itu Reog Ponorogo mengawali parade pawai. Kelompok kesenian reog satunya lagi menutup pawai di akhir devile. Nah atraksi Reog Ponorogo inilah selalu menampilkan figur Warok dan Bujang Ganong dalam atraksinya.&lt;/span&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Figur pelaku Reog Ponorogo, saya sebut Warog adalah orang yang disebut pemimpin, guru, ksatria dalam kehidupan sesungguhnya masih relevan dengan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Warok bukanlah orang yang takabur tetapi orang yang mempunyai tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih seperti dalam upacara perhelatan pernikahan. Pada upacara perayaan pernikahan Warog melambangkan penuntun dalam kebajikan bagi dua insan yang telah sepakat menyatukan diri , sepikiran dalam mengarungi bahtera kehidupan yang sesungguhnya. Selain Warog dalam upacara perhelatan pernikahan ada figur Bujang Ganong atau Patih merupakan sosok yang memiliki tugas sebagai Dampu Lawang atau Benteng Negara yang bertugas menjaga dan menggempur musuh. Maka ketika Raja dan Ratu sehari ini telah sampai dalam singgasananya, Bujang Ganong inipun bersukacita.Guna melestarikan budaya leluhur yang berkembang turun temurun dan menjadi satu penyangga kehidupan masyarakat di Kabupaten Ponorogo, pemerintah daerah memprogamkan budaya ini dalam kurikulum sekolah sejak sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama hinga sekolah lanjutan tingkat atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah mari hidup sehat dengan reiki ajak Anda semua berkunjung ke Ponorogo, sebuah kabupaten yang terletak di kaki Gunung Wilis. Akses ke kota sini mudah dicapai kok? Bisa dari Madiun, Pacitan, Trenggalek dan Wonogiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1762483321718026632-1853505845473293650?l=wise-artc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wise-artc.blogspot.com/feeds/1853505845473293650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/reog-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/1853505845473293650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/1853505845473293650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/reog-ponorogo.html' title='Reog Ponorogo'/><author><name>Wisnu Dian Trisnandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12274286816006928209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/ScGlQ4PXGhI/AAAAAAAAAEU/t3guzUFzxWk/S220/DSC00457.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb8uDa-EflI/AAAAAAAAACk/bE8EPTFSCyA/s72-c/reog-ponorogo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1762483321718026632.post-8189860952756033995</id><published>2009-03-16T05:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T06:08:11.394-07:00</updated><title type='text'>Wayang Golek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb5G_T3CdEI/AAAAAAAAACM/93EKH2B_wIE/s1600-h/180px-Cepot_Wayang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb5G_T3CdEI/AAAAAAAAACM/93EKH2B_wIE/s320/180px-Cepot_Wayang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313762663820588098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt;, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Sebagaimana alur cerita pewayangan umumnya, dalam pertunjukan wayang golek juga biasanya memiliki lakon-lakon baik galur maupun carangan yang bersumber dari cerita &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramayana" title="Ramayana"&gt;Ramayana&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahabarata" title="Mahabarata" class="mw-redirect"&gt;Mahabarata&lt;/a&gt; dengan menggunakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sunda" title="Bahasa Sunda"&gt;bahasa Sunda&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gamelan_Sunda&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gamelan Sunda (halaman belum tersedia)"&gt;gamelan Sunda&lt;/a&gt; (salendro), yang terdiri atas dua buah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saron" title="Saron"&gt;saron&lt;/a&gt;, sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peking" title="Peking" class="mw-redirect"&gt;peking&lt;/a&gt;, sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selentem&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Selentem (halaman belum tersedia)"&gt;selentem&lt;/a&gt;, satu perangkat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boning&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Boning (halaman belum tersedia)"&gt;boning&lt;/a&gt;, satu perangkat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boning_rincik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Boning rincik (halaman belum tersedia)"&gt;boning rincik&lt;/a&gt;, satu perangkat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenong&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kenong (halaman belum tersedia)"&gt;kenong&lt;/a&gt;, sepasang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gong" title="Gong"&gt;gong&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kendang" title="Kendang"&gt;kendang&lt;/a&gt; (sebuah kendang Indung dan tiga buah kulanter), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gambang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gambang (halaman belum tersedia)"&gt;gambang&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebab" title="Rebab"&gt;rebab&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Dalam pertunjukan wayang golek, lakon yang biasa dipertunjukan adalah lakon carangan. Hanya kadang-kadang saja dipertunjukan lakon galur. Hal ini seakan menjadi ukuran kepandaian para dalang menciptakan lakon carangan yang bagus dan menarik. Beberapa dalang wayang golek yang terkenal diantaranya Tarkim, R.U. Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah Tirayana, Apek, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asep_Sunandar_Sunarya" title="Asep Sunandar Sunarya"&gt;Asep Sunandar Sunarya&lt;/a&gt;, Cecep Supriadi dll.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Pola pengadegan wayang golek adalah sebagai berikut; 1) Tatalu, dalang dan sinden naik panggung, gending jejer/kawit, murwa, nyandra, suluk/kakawen, dan biantara; 2) Babak unjal, paseban, dan bebegalan; 3) Nagara sejen; 4) Patepah; 5) Perang gagal; 6) Panakawan/goro-goro; 7) Perang kembang; 8) Perang raket; dan 9) Tutug.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Salah satu fungsi wayang dalam masyarakat adalah ngaruat, yaitu membersihkan dari kecelakaan (marabahaya). Beberapa orang yang diruwat (sukerta), antara lain: 1) Wunggal (anak tunggal); 2) Nanggung Bugang (seorang adik yang kakaknya meninggal dunia); 3) Suramba (empat orang putra); 4) Surambi (empat orang putri); 5) Pandawa (lima putra); 6) Pandawi (lima putri); 7) Talaga Tanggal Kausak (seorang putra dihapit putri); 8) Samudra hapit sindang (seorang putri dihapit dua orang putra), dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dengan iringan  (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wayang golek saat ini lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat, yang memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material. Hal demikian dapat kita lihat dari beberapa kegiatan di masyarakat misalnya ketika ada perayaan, baik hajatan (pesta kenduri) dalam rangka khitanan, pernikahan dan lain-lain adakalanya diriingi dengan pertunjukan wayang golek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1762483321718026632-8189860952756033995?l=wise-artc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wise-artc.blogspot.com/feeds/8189860952756033995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/wayang-golek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/8189860952756033995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/8189860952756033995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/wayang-golek.html' title='Wayang Golek'/><author><name>Wisnu Dian Trisnandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12274286816006928209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/ScGlQ4PXGhI/AAAAAAAAAEU/t3guzUFzxWk/S220/DSC00457.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sb5G_T3CdEI/AAAAAAAAACM/93EKH2B_wIE/s72-c/180px-Cepot_Wayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1762483321718026632.post-7592453787231988744</id><published>2009-03-15T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T06:08:25.823-07:00</updated><title type='text'>Art Decoratif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sbz2mv7khHI/AAAAAAAAAB0/xOEFsIwy-lo/s1600-h/180px-Chrysler_building-_top.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sbz2mv7khHI/AAAAAAAAAB0/xOEFsIwy-lo/s320/180px-Chrysler_building-_top.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313392805952128114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Art Deco&lt;/b&gt; adalah sebuah gerakan desain yang populer dari 1920 hingga 1939, yang mempengaruhi seni dekoratif seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur" title="Arsitektur"&gt;arsitektur&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Desain_interior&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Desain interior (halaman belum tersedia)"&gt;desain interior&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desain_industri" title="Desain industri"&gt;desain industri&lt;/a&gt;, maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seni_visual&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Seni visual (halaman belum tersedia)"&gt;seni visual&lt;/a&gt; seperti misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakaian" title="Pakaian"&gt;fesyen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lukisan" title="Lukisan"&gt;lukisan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_grafis" title="Seni grafis"&gt;seni grafis&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film" title="Film"&gt;film&lt;/a&gt;. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20" title="Abad ke-20"&gt;abad ke-20&lt;/a&gt;, termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konstruksionisme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Konstruksionisme (halaman belum tersedia)"&gt;Konstruksionisme&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kubisme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kubisme (halaman belum tersedia)"&gt;Kubisme&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Modernisme" title="Modernisme"&gt;Modernisme&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bauhaus" title="Bauhaus"&gt;Bauhaus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Art_Nouveau&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Art Nouveau (halaman belum tersedia)"&gt;Art Nouveau&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Futurisme_%28seni%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Futurisme (seni) (halaman belum tersedia)"&gt;Futurisme&lt;/a&gt;. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1762483321718026632-7592453787231988744?l=wise-artc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wise-artc.blogspot.com/feeds/7592453787231988744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/art-decoratif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/7592453787231988744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/7592453787231988744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/art-decoratif.html' title='Art Decoratif'/><author><name>Wisnu Dian Trisnandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12274286816006928209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/ScGlQ4PXGhI/AAAAAAAAAEU/t3guzUFzxWk/S220/DSC00457.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sbz2mv7khHI/AAAAAAAAAB0/xOEFsIwy-lo/s72-c/180px-Chrysler_building-_top.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1762483321718026632.post-7679257158782968305</id><published>2009-03-14T06:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T06:08:47.558-07:00</updated><title type='text'>Monalisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sbuue4REA6I/AAAAAAAAAAk/X1A4LWpqDgQ/s1600-h/Mona_Lisa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 207px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sbuue4REA6I/AAAAAAAAAAk/X1A4LWpqDgQ/s320/Mona_Lisa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313032030936892322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mona Lisa, atau La Gioconda (&lt;i&gt;La Joconde&lt;/i&gt;), adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lukisan_minyak&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Lukisan minyak (halaman belum tersedia)"&gt;lukisan minyak&lt;/a&gt; di atas kayu poplar yang dibuat oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leonardo_da_Vinci" title="Leonardo da Vinci"&gt;Leonardo da Vinci&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-16" title="Abad ke-16"&gt;abad ke-16&lt;/a&gt;. Lukisan ini sering dianggap sebagai salah satu lukisan paling terkenal di dunia dan hanya sedikit karya seni lain yang menjadi pusat perhatian, studi, mitologi, dan parodi. Lukisan ini dimiliki oleh pemerintah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis" title="Perancis"&gt;Perancis&lt;/a&gt; dan dipamerkan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mus%C3%A9e_du_Louvre" title="Musée du Louvre" class="mw-redirect"&gt;Musée du Louvre&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris" title="Paris"&gt;Paris&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; pada &lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lukisan setengah badan ini menggambarkan lukisan wanita yang tatapannya menuju pengunjung dengan ekspresi yang sering dideskripsikan sebagai enigmatik atau misterius.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nama atau judul lukisan &lt;i&gt;Mona Lisa&lt;/i&gt; berasal dari biografi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Giorgio_Vasari" title="Giorgio Vasari"&gt;Giorgio Vasari&lt;/a&gt; tentang Leonardo da Vinci, yang terbit 31 tahun setelah ia meninggal dunia. Di dalam buku ini disebutkan bahwa wanita dalam lukisan ini adalah Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha Firenze yang kaya bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Francesco_del_Giocondo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Francesco del Giocondo (halaman belum tersedia)"&gt;Francesco del Giocondo&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;Mona&lt;/i&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Italia" title="Bahasa Italia"&gt;bahasa Italia&lt;/a&gt; adalah singkatan untuk &lt;i&gt;madonna&lt;/i&gt; yang artinya adalah "nyonyaku". Sehingga judul lukisan artinya adalah &lt;i&gt;Nyonya Lisa&lt;/i&gt;. Dalam bahasa Italia biasanya judul lukisan ditulis sebagai &lt;i&gt;Monna Lisa&lt;/i&gt; (dengan n ganda).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu &lt;i&gt;La Gioconda&lt;/i&gt; adalah bentuk feminin dari Giocondo. Kata &lt;i&gt;giocondo&lt;/i&gt; dalam bahasa Italia artinya adalah "riang" dan &lt;i&gt;la gioconda&lt;/i&gt; artinya adalah "wanita riang". Berkat senyum Mona Lisa yang misterius ini, frasa ini memiliki makna ganda. Begitu pula terjemahannya dalam bahasa Perancis; &lt;i&gt;La Joconde&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nama &lt;i&gt;Mona Lisa&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;La Gioconda&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;La Joconde&lt;/i&gt; menjadi judul lukisan ini yang diterima secara luas semenjak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-19" title="Abad ke-19"&gt;abad ke-19&lt;/a&gt;. Sebelumnya lukisan ini disebut dengan berbagai nama seperti "Wanita dari Firenze" atau "Seorang wanita bangsawan dengan kerudung tipis".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1762483321718026632-7679257158782968305?l=wise-artc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wise-artc.blogspot.com/feeds/7679257158782968305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/monalisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/7679257158782968305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1762483321718026632/posts/default/7679257158782968305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wise-artc.blogspot.com/2009/03/monalisa.html' title='Monalisa'/><author><name>Wisnu Dian Trisnandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12274286816006928209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/ScGlQ4PXGhI/AAAAAAAAAEU/t3guzUFzxWk/S220/DSC00457.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YFXEtG6pz20/Sbuue4REA6I/AAAAAAAAAAk/X1A4LWpqDgQ/s72-c/Mona_Lisa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
